Posts

Showing posts from September, 2010

Meriam Bambu

Hari ketiga belas Ramadhan, pukul satu siang.

Dummm...

Sebuah ledakan mengagetkanku yang sedang istirahat. Kulongok dari jendela, terlihat beberapa bocah sedang main meriam bambu.

“Oooh...” Kataku biasa saja, lalu kulanjutkan berbaring di balai-balai .

Dummm...

Ledakan berikutnya menyusul, aku jadi terbiasa. Tapi, tak lama kemudian ada seorang bayi menangis, kupikir ada anak bayi yang kena meriam.

Olala, ternyata itu adalah anak Yuk Sinta, tetangga sebelah. Rupanya bunyi meriam itu membangunkan tangis anaknya.

Dummm...

Sekali lagi meriam berdentum.

“Deeek, tolong jangan main di situ ya. Si Hanin mau tidur siang.” Kata Yuk Sinta sayup-sayup dari beranda rumahnya.

Si bocah tetap cengengesan, hingga membuat Yuk Sinta masuk kembali ke dalam rumahnya. Entah apa lagi yang bisa membuat kuping bocah-bocah itu terbuka lubangnya.

Iseng aku kembali melongok ke luar jendela karena mencium bau bensin. Aku pikir abangku sedang mengisi bensin motornya, tapi tak ada siapa-siapa selain ketiga bocah badung itu.