Posts

Showing posts from October, 2010

Acacia...

Aku sampai ketika waktu menghamparkan sebuah pemandangan di depanku
Pemandangan yang asing, seasing ketika aku pertama kali membuka mata
Aku melihat orang –orang menatap heran ke arahku
Ada yang melempar senyum, menghadirkan salam, menyambut tanganku
Mereka bicara, tapi hanya sepi yang kudengar
Bibir mereka mengucap dengan bahasa seorang pemain pantomim

Orang yang mengaku ibuku mengatakan,
“Seseorang telah menitipkan salam padamu”
Aku mencoba mengingatnya, kutelusuri jejak
Menerobos pagar Acacia yang berderet-deret sepanjang jalan kampungku
Melewati batangan-batangan pipa gas bumi dan lalu lalang kendaraan proyek
“Seseorang bermata jernih dan berparas seperti ibu ketika mengandungmu” katanya lagi

Tak kuhiraukan salam dari seseorang itu, benakku tak mampu memunculkan wajah itu di mataku
Aku lalu melihat seperti seorang teman yang t’lah lama tak bertemu
Dia mengajakku menaiki sepeda motor, singgah sejenak di rumahnya
Lalu dia menemani aku duduk di bawah Acacia sambil bercerita tentang sebuah kemaraha…

Tuhan, Aku Hamba-Mu

Tasbih menghias lidah
Kening menyapu sujud
Kesombonganku tundukkan

Tangan kuulurkan
Kaki kulangkahkan
Kikir kukikis habis

Senyum tersungging indah
Kata terdengar merdu
Keramahanku tunjukkan

Segalanya untuk-Mu
Meski harus kepala ini tunduk pada dunia
Namun hati pasrah pada-Mu

Jika tak cukup semua ini
Aku rela kembali pada-Mu