L.O.L

Soimah Pancawati

#1
Aku ingin menyuling tawamu yang berlebihan
menjadi senyum-senyum bahagia
bagi mereka yang belum sempat tertawa
belum sempat tersenyum

Apa yang kau tertawakan, Mbak?
itukah kepedihan,
ataukah hanya desah-desah penyesalan
untuk sebuah senyum yang tiada kekal

Kita tidak sedang tertawa, bukan
atau menertawakan
mungkin maksudmu biar orang-orang ikut tertawa
atau ikut menertawakan

Aku ingin mengulang lagi
nyanyian ‘Tirtonadi’ yang kau bungkus apik dengan bossanova
itulah sebenar kerinduan, pada
terminal waktu yang pernah meninggalkanmu, sekali
ketika kau belum sempat berkemas
dan merias sedikit bangga yang keburu bingkas

#2
Aku ingin menyuling tarianmu yang berlebihan
menjadi riuh riang bocah di pinggir jalan
mereka yang belum sempat riang
ketika nafas harus mereka kekalkan

Kenapa raut wajahmu tak turut menari, Mbak?
apa yang kau pikirkan?
ataukah hanya rinai-rinai kerinduan
pada belaian di malam yang tenang

Kita tidak sedang menari, bukan
tidak pula sedang berlari
nafasmu tersengal, Mbak
istirahatlah sebentar, kuseduhkan jamu dalam tembikar

#3
Adakah perempuan Jawa yang sepertimu, Mbak
yang tiada tertawa
pun menari
seperti dirimu?

lepaskah lelahmu
lelahkan resahmu

Ini tentang kerinduan, bukan
bukan tawa
juga bukan tarian

Ya, Kutahu
itu dua butir airmatamu yang mengatakan

Pdg, 12/11/11

Comments

Popular posts from this blog

Tangan

Suatu Ketika, Saat Puisi Saya Diapresiasi...